Kamis, 04 Juni 2015

pengannguran



Artikel pengganguran


Pengganguran atau tuna karya adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang menunggu pekerjaan, yang bekerja kurang dari dua hari dalam seminggu, atau seseorang yang menunggu pekerjaan yang layak dengan kemampuannya. Pengangguran terjadi di sebabkan antara lain, yaitu karena jumlah lapangan kerja yang tersedia lebih kecil dari jumlah pencari kerja.Juga kompetensi pencari kerja tidak sesuai dengan pasar kerja.Selain itu juga kurang efektifnya pasar kerja bagi para pencari kerja.
            Tingkat pengangguran dapat dihitung dengan cara membandingkan jumlah pengangguran dengan jumlah angkatan kerja yang dinyatakan dalam persen. Ketiadaan pendapatan menyebabkan penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya yang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan. Pengangguran yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk terhadap penganggur dan keluarganya. Tingkat pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan politik keamanan dan sosial sehingga mengganggu pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Akibat jangka panjang adalah menurunnya GNP dan pendapatan per kapita suatu negara. Di negara-negara berkembang seperti Indonesia, dikenal istilah "pengangguran terselubung" di mana pekerjaan yang semestinya bisa dilakukan dengan tenaga kerja sedikit, dilakukan oleh lebih banyak orang.

Jenis & macam pengangguran
Ø  Pengangguran Friksional / Frictional Unemployment

Pengangguran friksional adalah pengangguran yang sifatnya sementara yang disebabkan adanya kendala waktu, informasi dan kondisi geografis antara pelamar kerja dengan pembuka lamaran pekerja penganggur yang mencari lapangan pekerjaan tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditentukan pembuka lapangan kerja. Semakin maju suatu perekonomian suatu daerah akan meningkatkan kebutuhan akan sumber daya manusia yang memiliki kualitas yang lebih baik dari sebelumnya.

Ø  Pengangguran Musiman / Seasonal Unemployment

Pengangguran musiman adalah keadaan menganggur karena adanya fluktuasi kegiaan ekonomi jangka pendek yang menyebabkan seseorang harus nganggur. Contohnya seperti petani yang menanti musim tanam, tukan jualan duren yang menanti musim durian.

Ø  Pengangguran Siklikal

Pengangguran siklikal adalah pengangguran yang menganggur akibat imbas naik turun siklus ekonomi sehingga permintaan tenaga kerja lebih rendah daripada penawaran kerja.
Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan pekerjaan yang mampu menyerapnya. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya.
Tingkat pengangguran dapat dihitung dengan cara membandingkan jumlah pengangguran dengan jumlah angkatan kerja yang dinyatakan dalam persen. Ketiadaan pendapatan menyebabkan penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya yang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan. Pengangguran yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk terhadap penganggur dan keluarganya.
Tingkat pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan politik, keamanan dan sosial sehingga mengganggu pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Akibat jangka panjang adalah menurunnya GNP dan pendapatan per kapita suatu negara.
Di negara-negara berkembang seperti Indonesia, dikenal istilah "pengangguran terselubung" di mana pekerjaan yang semestinya bisa dilakukan dengan tenaga kerja sedikit, dilakukan oleh lebih banyak orang.
Pengangguran adalah suatu masalah yang selalu dihadapi oleh semua Negara di dunia terutama Negara berkembang. Di Negara Negara berkembang seperti Indonesia contohnya pengangguran adalah suatu masalah sosal yang bisa bilang dinamis karena dari waktu ke waktu,dari tahun ke tahun perkembangannya selalu bertambah.

Bila masalah ini terus dibiarkan akan sangat mengganggu pertumbuhan ekonomi dalam suatu Negara. Begitupun dengan kondisi kesejahteraan rakyatnya yang akan sangat terpuruk bila masalah ini tetap dibiarkan.

Untuk mengatasi masalah pengangguran ini pemerintah bersama BUMN dan perusahaan swasta harus bekerja sama dan berusaha dalam menciptakan lapangan pekerjaan yang baru. Mungkin menurut saya industri rumahan atau Home Industry harus lebih banyak dikembangkan baru setelah itu industri menengah dan industri besar yang dikembangkan. Karena dengan industri rumahan ini akan lebih banyak tenaga kerja yang terserap karena tingkat tingginya jenjang pendidikan tidak terlalu menjadi prioritas. Pengangguran akan selalu tumbuh seiring dengan berjalannya waktu dan pertumbuhan penduduk maka dari itu terutama pemerintah harus lebih ‘kreatif’ untuk menyelesaikan pengangguran ini. Selain itu pentingnya kesadaran diri sendiri juga akan membantu berkurangnya nilai pengangguran. Kesadaran untuk bekerja dan memanfaatkan kreatifitas yang dimikili untuk dikembangkan sehingga menghasilkan sesuatu yang bisa dijual dan di manfaatkan oleh orang lain.


Sumber : http://adiprastowo-97.blogspot.com/p/artikel-pengangguran.html

Sabtu, 02 Mei 2015

kemiskinan



Artikel Kemiskinan

Kemiskinan merupakan masalah terberat yang dimiliki oleh suatu negara, dimana pemerintahan mempunyai tanggung jawab, pekerjaan atau tugas untuk membantu melepaskan atau mengurangi angka kemiskinan negara tersebut. Pemerintah telah mencoba berbagai cara untuk mengurangi angka kemiskinan, dan memprioritaskan masalah kemiskinan. Tetapi ternyata cara-cara tersebut masih kurang efektif untuk membantu mengurangi angka kemiskinan.
Kemiskinan merupakan masalah yang disebabkan oleh berbagai hal, contohnya masalah pengangguran, tingkat pendidikan yang rendah, dan bencana alam juga dapat menjadi faktor penyebab kemiskinan. Masalah pengangguran dan tingkat pendidikan rendahlah yang menjadi salah satu penyebab utama faktor kemiskinan. Padahal jika ditinjau kembali, pemerintah khususnya pemerintahaan Indonesia telah menyediakan pendidikan gratis 12 tahun dimana masyarakat yang mayoritas tingkat bawah sampai menengah bisa menggunakan hal tersebut dengan sangat efektif. Tapi nyatanya hal tersebut masih saja banyak yang tidak menggunakannya dengan efektif. Mungkin karena masalah kesadaran tentang pendidikan di Indonesia yang masih sangat minim. Jadi, hal tersebut masih saja diabaikan. Kebanyakan dari mereka memilih bekerja dari pada menimba Ilmu, pekerjaan yang mereka pilih pula menjadi pengemis, pengamen, bahkan pemulung. Memang faktor mereka melakukan pekerjaan tersebut untuk membantu kebutuhan keluarganya. Tetapi jika memang mempunyai tingkat kesadaran pentingnya pendidikan yang masih sangat minim disinilah mereka tidak sadar bahwa dimasa mendatang pendidik tersebut bisa mengubah keadaan ekonomi lebih baik dari pada mereka mengabaikan pendidikan bahkan dari usia dini. Hal tersebut mengakibatkan membanyaknya tingkat pengangguran yang semakin membeludak.

Sekarang dimana-mana pentingnya pendidikan selalu disuara dengan berbagai cara, dimana suara-suara tersebut membantu membangkitkan kesadaran pentingnya pendidikan yang membuat beberapa masyarakat bekerja keras membuktikan bahwa pendidikan penting untuk membantu melepaskan diri dari kemiskinan, hal tersebut tergambar jelas, karena angka kemiskinan, Statistik Kemiskinan dan Ketidaksetaraan di Indonesia semakin menurun perlahan.



 2006
 2007
 2008
 2009
 2010
 2011
 2012
 2013
 2014
Kemiskinan Relatif
(% dari populasi)
 17.8
 16.6
 15.4
 14.2
 13.3
 12.5
 11.7
 11.5
 11.0
Kemiskinan Absolut
(dalam jutaan)
   39
   37
   35
   33
   31
   30
   29
   29
   28
Koefisien Gini/
Rasio Gini
    -
 0.35
 0.35
 0.37
 0.38
 0.41
 0.41
 0.41
    -

 








Dalam beberapa tahun belakangan ini angka kemiskinan di Indonesia memperlihatkan penurunan yang signifikan. Meskipun demikian, diperkirakan penurunan ini akan melambat di masa depan. Mereka yang dalam beberapa tahun terakhir ini mampu keluar dari kemiskinan adalah mereka yang hidup di ujung garis kemiskinan yang berarti tidak diperlukan sokongan yang kuat untuk mengeluarkan mereka dari kemiskinan. Namun sejalan dengan berkurangnya kelompok tersebut, kelompok yang berada di bagian paling bawah garis kemiskinanlah yang sekarang harus dibantu untuk bangkit. Ini lebih rumit dan akan menghasilkan angka penurunan tingkat kemiskinan yang berjalan lebih lamban dari sebelumnya.

Pendapat saya :
Marilah kita sama-sama berusaha terlepas dari kemiskinan, meningkatkan kesadaran tentang pendidikan dan menggunakan dengan sangat efektif belajar gratis 12 tahun yang diberikan oleh pemerintah, dengan pendidikan yang kita punya dan kita miliki pastinya kita berharap pemerintah juga akan membuka lebih banyak lapangan pekerjaan yang layak dan baik sesuai standar kemampuan yang kita miliki. Agar Negara ini perlahan-lahan bisa terbebas dari kemiskinan. Disamping itu pemerintah juga harus membereskan masalah korupsi yang membuat kemiskinan semakin banyak karena mereka mengambil hak-hak yang bukan miliknya.